Gw bingung malam ini mau ngapain. mau online nyari tugas struktur redaksi TV tapi lagi dipake. dia selalu ngeklaim kalo gw yang selalu nguasain tu PC. Emang bener sih, yang selalu sering di depan internet ya gw…he5x…
Gapapa, yang penting gw punya pegangan baru. lepti yangbisa untuk curhat gw dimanapun gw berada. bisa sambil tiduran, bisa sambil nonton. serba bisa deh.
Udah jam 8, gw masih bingung mau ngapain. Gw bingung am diri gw, udah semester 6 gw merasa belum bisa apa-apa. Bahasa Asing aja gak ada yang bisa gw kuasain. Setiap ada tugas gw males ngerjain. Dulu waktu masih pake celana pendek berwarna biru, gw pasti rajin ngerjain.
Aduch cinta fitri masih lama lagi…Uppsss, Cinta fitri???? helo, sapa aku nonton gituan???
gak peduli kata orang, gw jadi suka nonton gituan Karena virus, virus disini bukan penyakit lho… begini ceritanya, setiap gw masih dirumah pacar gw di jam dimana cinta fitri tayang. nyokapnya pasti manteng di depan TV nonton film yang awalnya menurut gw film lebay nan cengeng, udah gt kaya film yang semua pemeraannya punya imu telepati. Masa ngobrol dalem hati.
tapi kelamaan gw jadi suka dan penasaran ama setiap kejadian berikutnya. Menurut gw gak ada yang salah kalo gw nonton ni film, gak dosa ini.
back to leptop, eh salah,,, balik maneng ke gw,,,, Dosen yang sebelumnya juga pernah gw ceritai dicerita yang lalu, dosen yang selalu punya akal ngasih tugas berat. kembali lagi ngasih tugas. kan gw bingung, masa disuruh bikin indeppt teentang PEMILU di sekitar. ahhh, gw aja gak gaul ama orang-orang sini.gw selalu main di kampung orang.
udah hhhh, curhatnya…..mau nonton dulu,, cape juga lama-lama di depan Lepti.
Senin, April 06, 2009
Gw Bingung
Gw Yang Bego atau Memang Butuh keahlian Khusus
Demi menjaga Vaoi pinjaman dari bokap, gw berniat sepenuh hati menjaga lepti yang harganya setara dengan motor sport injeksi. Hunting-hunting di forum jubel (jual-beli) kaskus, menemkan sebuah tread yang gw rasa semua harganya dibawah pasaran, bedanya sangat jauh dengan tread yang jual produk sejenis.Malam Jumat memutuskan memesan beberapa produk yang berhubungan demi keselamatan lepti. Demi Lepti, uang tabungan di ATM dua lembar merah bergambar tokoh Proklamasi Kemerdekaan Negeri ini pun dipakai. Memutuskan membeli screan guard untuk layar, skin keyboard, port usb, dan mouse tarik. Dihitung-hitung masih ada selembar. Janji uang akan ditransfer keesokan harinya. Menjelang Jumat, karena kesibukan banyaknya tugas, dan saat mau transfer ternyata ATM di kampus sedang off line, akhirnya transfer tersebut dilupakan karena males nyari ATM lain. Merasa telah ingkar janji, gw pun meminta maaf di tread-nya karena belum sempat transfer, dan janji besok pagi akan segera transfer.
Keesokan harinya, dasar tubong (tukang boong). Janji yang seharusnya ditepati kembali ingkar. karena tugas yang pada cerita sebelumnya sudah diceritakan transfer tersebut belum dilakukan. Pukul 13:00 WIB, akhirnya transfer dilakukan. segeralah konfirmasi kepada pemilik tread melalui sms. “gan, transfer sudah dilakukan, dan pesenan gw bisa lo cek di PM kaskus, alamat kiriman juga udah ada disitu”. Berharap ada balesan, tetapi sampai dengan malam sms pun tak kunjung datang. Dengan bekal kepercayaan dan liat di traed-nya banyak yang mesen, gw juga ikut-ikutan percaya. spek (pura2 istilahnya) gw posting di tread-nya dan bilang,,, ”gan sorry ya telat, ditunggu ya gan kirimannya. mau ada yang dipesen lagi soalnya”.
Gw baru inget kalo hari minggu jasa pengirimaannya libur….
Kurir yang ditunggu-tunggu pada hari minggu emang gak datang. gw liat di treadnya ternyata postingan gw gak ada balesan. Semakin was-was hati ini karena telah merelakan setengah tabungan gw.
Senin paginya mesih dengan penasaran, kembali lagi gw cek tread-nya dan spek banttu upppp, mau tau ada respon apa gak. Ternyata juga gak ada respon darinya. Sampai siang menjelang, hujan turun lebat. tidak ada kepastian dari sang pedagang dan berniat untuk menghubunginya lagi. pukul dua siang dengan cuaca yang gerimis sehabis hujan, berhenti sebuah motor depan rumah. Dengan perasaan yakin bahwa dialah kurir yang ku tunggu, dan ternyata benar akhirnya datang juga sang kurir, dengan penasaran ingin segera dibuka. sang kurirpun lupa dikasih tips….
UUUUpPpssss buat apa…? kan dia sudah di gaji dari kantorya. dengan gunting, bungkusan pun dibuka. satupersatu dibuka,,,uhhhhh, apik tenan kalo kata orang jawa produknya. skin keyboard yang dipesan ternyata kegedeaan, dengan mengunakan gunting disesuaaikanlah denngaan ukuran keyboardnya. skin selesai, permasalahan terjadi di sreenguard. ukuran yang dipesan selebar 12” kebesaran untuk layar sebesar 11,1”. Dengan seperti cara sebelumnya seperti skin yang digunting, diguntinglah,,,,, ternyata tidak sesuai harapan, hasilnya tidak sama seperti skin yang tinggal plek tanpa melekat. sreanguard susah sekali ditempel, timbul gelembung-gelembung dan harus dicopot beberapa kali. akhirnyaa yang ada layar ini malah baret….
Dasar bego gak bisa bahasa turiis, petunjuk pemakaian yang memakai bahasa penjajah diabaikan. screand tersebut akhirnya tidak jadi dipakai. dan gw kehilangan selembar uang hijau gambar pemetik teh… untung gak jadi beli yang mahalan….
Sepertinya butuh keahlian khusus memasang benda tipis pelindung layar, jika tidak terbiasa yang ada malah baret layarnya… niat mau menjaga malah merusak.
uhhhhh, tunggu dulu, sebelum tulisan ini di terbitkan di blog, mau curhat lagi.
Rupanya kemalangan gw belum sampai di situ. Port USb yang gw beli ternyata gak kompetibel dengan Vista…. Tol*l, barang gak kompetibel dibeli. di dusnya ada keterangan bahawa cuman kompetibel dengan XP. Ngaruh agk sih???? apa gw gaptek??? tapi gw coba emang gak bisa ko.
DASAR Mahasiswa Bodoh.
Senin, Maret 30, 2009
Susahnya Seperti Wartawan
Keasyikan berburu blackberry tidak mempengaruhi aktifitas perkuliahan setiap hari, online dari jam sepuluh hingga jam dua pagi, terus tidur bangun jam tujuh melupakan shubuh berangkat kuliah jam 7 dan nguap di kelas menjadi rutinitas tiap hari. Bencana situ gintung pada jumat pagi sebelum matahari terbit kurang lebih pukul 05:00 yang menewaskan kurang lebih 90 jiwa dan 100 jiwa belum ditemukan dan kerugiaan ratusan juta rupiah membuat perburuan blackberry semakin ditinggalkan. Sehari setelah kejadian tersebut.pada hari sabtu, sudah terbaca apa yang akan dilakukan oleh sang dosen. Keasyikan berburu blackberry tidak mempengaruhi aktifitas perkuliahan setiap hari, online dari jam sepuluh hingga jam dua pagi, terus tidur bangun jam tujuh melupakan shubuh berangkat kuliah jam 7 dan nguap di kelas menjadi rutinitas tiap hari. Bencana situ gintung pada jumat pagi sebelum matahari terbit kurang lebih pukul 05:00 yang menewaskan kurang lebih 90 jiwa dan 100 jiwa belum ditemukan dan kerugiaan ratusan juta rupiah membuat perburuan blackberry semakin ditinggalkan. Sehari setelah kejadian tersebut.pada hari sabtu, sudah terbaca apa yang akan dilakukan oleh sang dosen.
Rabu, Maret 25, 2009
Sampai Ngantuk Mencari BB
Lama tidak curhat di sini karena keasyikan berburu sebuah benda mungil melalui Jejaringan Sosial yang lagi tren, diselenggarakan oleh salah satu provider simcard. Empat minggu sudah perlombaan tersebut berjalan, tetapi terasa seakan sia-sia perjuangan yang telah dilakukan. Semua peserta mempunyai segudang cara dan trik untuk memenangi perlombaan. Apalah arti sebuah perlombaan bagi mahasiswa yang tidak mempunyai kreatifitas dan kumpulan email. Seakan menjadi underdog dalam perlombaan itu. Belajar dari kekalahan pun seakan sia-sia untuk mengikuti perlombaan tersebut yang tiap minggu berjalan.Lama tidak curhat di sini karena keasyikan berburu sebuah benda mungil melalui Facebook yang diselenggarakan oleh salah satu provider simcard. Empat minggu sudah perlombaan tersebut berjalan, tetapi terasa seakan sia-sia perjuangan yang telah dilakukan. Semua peserta mempunyai segudang cara dan trik untuk memenangi perlombaan. Apalah arti sebuah perlombaan bagi mahasiswa yang tidak mempunyai kreatifitas dan kumpulan email. Seakan menjadi underdog dalam perlombaan itu. Belajar dari kekalahan pun seakan sia-sia untuk mengikuti perlombaan tersebut yang tiap minggu berjalan.
Selasa, Januari 27, 2009
mau dapet uang???? mau...mau...mauuu!!!
Jalan-jalan tengah malam mencari bahan tugas kuliahh, dapet harta karun, bisa dapet uang disini...klikajadeh
:D :D berharap untuk tambahan uang kuliah

Caranya mudah ko...
Anda akan dibayar hanya dengan Klik dan lihat iklan dari sponsor kami.
Dengan menjadi MEMBER, Anda akan dapatkan:
* Dibayar Rp 100,- untuk tiap klik iklan yang ditampilkan selama 30 detik.
* Dibayar Rp 50,- untuk tiap klik iklan dari referal Anda.
* Komisi hingga 10% untuk setiap pembelian yang dilakukan referal langsung Anda.
* Informasi status Anda dengan mudah bisa dilihat, seperti jumlah klik, Saldo Anda, bahkan jumlah klik serta aktivitas referal Anda.
* Permintaan Pembayaran secara instan!
Asumsi pendapatan:
Jika Anda klik 10 iklan setiap hari, dan mempunyai 100 referral, dimana mereka klik 10 iklan juga setiap hari, maka Anda akan memperoleh Rp 18.615.000,- per-tahun.
mau????mau???mau??? :) :)
dan infonya ini masih baru lho Nah..mumpung masih baru, ayo gabung. Lumayan..buat nambah2 penghasilan (saya juga ikutan kok. :O :O ). Mumpung membernya masih sedikit, jadi peluang untuk nyari referaal lumayan besar.
mau ikut gabung??? klik disini
Kamis, Januari 22, 2009
Teks Pidato Obama Saat Pelantikan
Jalan-jalan tengah malam di Dunia maya... Tanpa sengaja mendapatkan teks pidato Barack Hussein Obama. :f :f
Syukur Alhamdullilah, :D ternyata ada yang versi Bahasa Tercinta Indonesia...Secara gak bisa bahasa orang barat,,,, :# Tanpa pikir panjang Lansung dechhhh... :O d'copy dengan utuh. Pidato ini berguna untuk nanti UAS ditugaskan untuk menganalisa pidato Presiden kulit hitam pertama di AS ini, yang akan diberikan full versi asli bahasa Inggris, sedia payung sebelum hujan :t :t dibaca dech dari sekarang itu pidato. Siapa tahu berguna juga untuk teman-teman yang lainnya. Dan katanya juga, ini pidato mensengankan dunia.... :t masa siccHHHHHH?????? :d yuuu sama-sama baca.
Rekan-rekan sebangsa dan setanah air:
Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya pada masa transisi ini.
Sudah 44 warga Amerika yang diambil sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan dimasa kemakmuran dan dimasa damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil di tengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk. Pada saat-saat demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena ketrampilan atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada dokumen-dokumen yang dirumuskan oleh para pendiri negara kita.
Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh generasi orang Amerika yang sekarang ini.
Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang jauh jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan mengancam planet kita.
Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika - kekhawatiran terus-menerus bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya harus mengurangi harapannya.
Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.
Pada hari ini, kita berkumpul karena kita lebih memilih harapan daripada ketakutan, kesatuan tujuan daripada konflik dan pertentangan.
Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh yang sudah terlalu lama mencekik politik kita.
Negara kita masih muda, dengan meminjam kata-kata dalam Kitab Suci, saatnya sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari generasi ke generasi: yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan sepenuhnya.
Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja-keras. Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan kita bukan bagi mereka yang tidak-tabah, bukan bagi mereka yang suka bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan menjadi terkenal. Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat barang-barang baru. Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.
Demi kita, mereka mengemas harta milik mereka yang tak seberapa dan menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.
Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah yang keras.
Demi kita, mereka bertempur dan mati, di tempat-tempat seperti Concord dan Gettysburg, Normandy dan Khe San.
Lelaki dan perempuan ini terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau kekayaan ataupun partai atau kelompok.
Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbaharui Amerika.
Karena kemana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan bertindak bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan, jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya, dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari, tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan. Dan semua ini akan kita lakukan.
Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita - dengan mengatakan sistem ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat mereka tidak cukup lama. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas, apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung dengan ketabahan.
Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu lama menyita waktu kita - tidak lagi berlaku. Pertanyaan yang kita ajukan sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi apakah pemerintah kita bisa berfungsi, apakah pemerintah bisa menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang layak, asuransi kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya - ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak, programnya akan dihentikan. Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan dimintai pertanggung-jawabannya - supaya mengeluarkan uang secara bijaksana, mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur - karena hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat dan pemerintah.
Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita. Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya. Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk Domestik Bruto, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu, pada kemampuan kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan karena belas kasihan karena itulah jalan yang paling pasti guna mencapai kemakmuran bersama.
Mengenai pertahanan kita bersama, kita menolak dan menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi mencapai penyelesaian yang cepat. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk memimpin lagi.
Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi yang kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta kesanggupan menahan diri.
Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih besar, bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan membantai orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.
Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah suatu kekuatan, dan bukannya sebuah kelemahan. Bangsa kita terdiri dari orang Kristen dan Islam, Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan, yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kita telah merasakan pahitnya perang saudara dan segregasi rasial, dan keluar dari masa kegelapan menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu, kita yakin bahwa pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya, dan Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.
Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.
Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran, kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah dan kita harus berubah dengannya.
Sambil kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani, yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada sesuatu yang hendak mereka katakan pada kita hari ini, seperti yang dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga kebebasan kita tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi - semangat inilah yang harus ada pada kita semua.
Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini. Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat seorang teman di-PHK, yang membuat kita keluar dari kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak, yang kelak akan menentukan nasib kita.
Tantangan kita mungkin baru. Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung - yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme - semua itu sudah lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era pertanggungjawaban yang baru - suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika, bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit.
Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.
Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita - pengetahuan bahwa Tuhan meminta kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.
Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita- mengapa laki-laki dan perempuan dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60 tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.
Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin, sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju, salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut dibacakan kepada semua rakyat Amerika:
"Beritahukanlah pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat apapun tiada kecuali harapan dan kebajikan - bahwa kota dan negara, waspada akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya."
Amerika; Dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.
artikel ini di dapat dariiii :t :t di AntaraNews
Rabu, Januari 21, 2009
Seminar Multimedia Online Menambah Wawasan Mahasiswa
Sakral_Portal Berita VIVANews salah satu dari Group Bakrie yang baru menjadi pemain baru dalam web portal mempromosikan websitenya dengan melakukan seminar bertema "belajar media online" kepada mahasiswa Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UPN "Veteran" Jakarta, Jakarta Selatan (20/1).
ini adalah kunjungan pertama VIVAnews go to campus yang baru dilaunching awal tahun ini. "suatu kebanggan bagi kami menjadi yang pertama dikunjungi oleh VIVAnews," ungkap Yani Hendrayani, ketua jurusan komunikasi.
VIVAnews menawarkan tiga konsep untuk menarik minat pengunjung. Dengan adanya TV streming salah satunya selain web portal dan media telepon."kedepannya, bukan tidak mungkin akan diadakan kerjasama untuk memajukan bibit-bibit unggul dibidang teknologi khususnya multimedia online," tambah Yani. UPN merupakan Universitas pertama di Jakarta yang mengembangkan TV streming. "untuk itu akan bekerjasama dengan VIVAnews untuk menambah wawasan mahasiswa," tambahnya.
Acara yang berlangsung sekitas dua jam dihadiri sekitar 60 mahasiswa, dan diselingi games. Diahkhir acara Yani Hendrayani memberikan plakat penghargaan kepada perwakilan VIVANews, dan kunjungan VIVANews ke Lab.TV dan Radio yang dimiliki oleh FISIP UPNVJ.(aaL/SAKRAL)
Jumat, Januari 16, 2009
YAHUDI DALAM PANDANGAN AL'QURAN
Siang tadi saat melaksanakan kewajiban shalat jum'at, membaca sebuah lembaran Dawah yang berjudul "Yahudi Dalam Pandangan Al'Quran".... :t begitu menarikkkk dan Yahudi juga lagi trennn dibenci ama semua bangsa di dunia, apalagi sama bangsa Indonesia begitu juga dengan gw..gak ada sAlahnya untuk dipostinng saling berbagiiii :k.
Tidak sedikit orang-orang yang berfiman kepada Allah, Hari Akhir, dan kitab yang diturunkan kepada Rasulnya merasA aneh mengapa bangsa Yahudi itu secara Spektakuler dapat mendominasi dunia, padahal Allah SWT telah menetapakan Kehinaan dan kesengsaraan, kebencian dan laknat kutuk abadi kepada mereka.
Sebagai manusia yang takut akan kematian akan tercengan ketika mendengar firman Allah: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan,bahwa Sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang buruk-seburuknya. Sesunngguhnya Tuhanmu Amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al A'raf:167)".
Allah SWT, telah menimpakan kehinaan dan kemalangan kepada Yahudi, dan mengancam mereka akan mengirim orang yang akan menyiksa mereka dengan azab paling buruk sampai hari kiamat nanti. Tetapi selain itu Allah SWT memberikan "Pengecualian" untuk satu masa atau beberapa masa tertentu. Dan sekarang itulah yang terjadi pada kaum Yahudi, mereka begitu mendominasi dunia, negara zionis yang harusnya tidaka ada dalam Peta Dunia mengusai tanah arab, dan negara-negara Islan hanya bisa mengutuk kekejamannya tanpa melakukan tindakan yang berarti.
ada dua komunitas yang oleh Allah SWT dibebani tugas penjagaan sepak terjang Yahudi. dua komunitas ini berkewajiban mencegah mereka dari melakukan kerusakan di muka bumi dan membendung mereka agar tidak dapat mewujudkan rencana-rencana kejinya dalam menyesatkan umat manusia. Kelompok tersebut adalah:
1. Komunitas Nasrani: Qs. Ali Imran:55 menjelaskan bahwa beban tugas menjaga orang-orang Yahudi yang dibebankan kepada Nasrani berlaku abadi sampai hari kiamat. orang-orang Nasrani harus menjaga bangsa Yahudi supaya tidak keluar dari genggamannya. Artinya, posisi kaum Nasrani harus berada di atas dan mendominasi orang-orang Yahudi.
2. Komunitas kedua adalah Muslimin, kaum Muslimin bukan hanya dibebankan untuk menjaga kaum Yahudi, tetapidua sekaligus yaitu Yahudi dan Nasrani. firman Allah (Qs. AlBaqarah:143): "Dan demikian kami telah menjadikan kamu (Umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu. Dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi saksi atas perbuatan kamu. Dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu sekarang melaikan agar kami mengetahui siapa yang mengikutoi Rasul dan siapa yang membelot. dan sunggguh (pemindahan kiblat) terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah SWT.
Apa yang telah dilakukan oleh kedua kelompok penjaga tersebut berkaitan dengan Taklif Rabbani yang dibebankan kepada keduanya???? :t :t :t
Istirahat dulu sebelum baca lagiii :z :z :z
:x :x :x yuuu terusin lagi bacanya jangan pada ributttt :@
Ternyata kelompok pertama (orang-orang Nasrani) telah mengabaikan bahkan mencampakkan tugasnya sejak ia keluar dari orisinilitas agamanya dan tidak masuk agama yang benar. sedangkan kelompok kedua (kaum Muslimin) yang diberi Taklif untuk menjaga dan mengawasi kedua pemeluk tersebut (Yahudi dan Nasrani) akhir-akhir ini telah lupa dan lalai akan risalahnya, tidak mau tampil melaksanakan tugasnya ditenga-tengah umat manusia. Malah, kaum Muslimin sekarang ini telah melupakan dan bahkan sengat meremehkan risalahnya terhadap diri sendiri.
Jika seekor binatang buas dikurung dan dijaga oleh seorang penjaga, tetapi kemudian penjaganya lalai, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh seekor binatang tersebut??? :t :t Tentu akan memberontak kemudian lari keluar dari kandang yang mengurung dirinya dan sepenuhnya memanfatkan kelaliaian penjaganya. begitulah kira-kira posisi YAhudi ditengah-tengah dua komunitas manusia (Muslimin dan Nasrani saat ini... :t
Dalam sejarah, Yahudi memang dikenal sebagai bangsa perusak. Bahkan sekarang ini mereka komunitas perusak paling HEbat :v :v... dan mereka tidak akan luput dari Sunnatullah yang menyatakan kebinasaan bagi para perusak.
Tetapi, semuanya tidak akan bersifat abadi... :o :o :o
Kondisi seperti itu akan berakhir. Kemudian pada gilirannya akan datang hukum kehancuran itu. :#
Firman Allah: Dan Berapalah banyaknya kota yang aku tangguhkan (azab-ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya segala sesuatau (Qs. Al Hajj:46).
Bahwa kemantapan dan kemampanan orang Yahudi itu akan berakhir dan ada batasnya. Hal ini dijelaskan dlam surat Ali Imron. Bahwa mereka diberi kekuasaan dan kemampuan mendominasi sampai batas waktu tertentu. dan yang tabiat Istisna selalu akan berakhir (tidak selamanya), hanya saja batas masa beraluku "istisna" ini tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT....Wallahua'alam bishowab.
Semoga penderitaan bangsa Palestina berakhir, dan berahkirnya kekejaman bangsa Yahudi.







.jpg)